Setiap mendengar nama
Saritem, maka pikiran orang bisa saja langsung terbayang pada sebuah lokalisasi
prostitusi di kota Bandung, ditengah kawasan inilah berdiri Pondok Pesantren Daruttaubah.
Berdasarkan catatan
sejarah yang ditulis seorang barat, saritem sudah ada sejak awal abad ke 18.
Kota Bandung menjadi tempat istirahat dan pelesiran pembesar – pembesar
belanda, karena terkenal panorama alam
dan sejuknya udara pegunungan sekaligus banyak perkebunan sekitarnya.
Tentunya
catatan sejarah tersebut bukanlah hal yang patut di dibanggakan. Namun
merupakan lembaran kelam yang telah
berlangsung sekian lama, tidak sedikit yang telah berjuang untuk menghapus
catatan kelam tersebut dari waktu ke
waktu hingga menjelang abad ke – 20, upaya tersebut tidak pernah terhenti namun
tidak bergeming.
Untungnya pada awal abad ke 21 dengan di pelopori
oleh Walikota Bandung H.AA Tarmana dengan dukungan penuh masyarakat setempat
dan warga kota bandung berhasil di tembus, tentunya upaya merubah image yang telah berkarat ini memerlukan
tahapan perencanaan yang berkesinambungan serta kesabaran dan kearifan yang
tinggi sehingga tidak menimbulkan gejolak yang tidak di harapkan. Penataan
kembali lokasi saritem yang meliputi aspek mental, rohani, keagamaan, dan
sosial ekonomi yang masing – masing di koordinir oleh FKPP, kepolisian, dan
bagian sosial pemerintah kota bandung. sebagai tahap awal, dan telah diresmikan
pada tanggal 02 Mei 2000 oleh bapak Walikota Bandung. pondok pasantren
Daruttaubah yang berlokasi dijalan Kebon Tangkil Rt. 10 Rw. 07 Kelurahan Kebon
Jeruk Kecamatan Andir Kota Bandung.
Menurut Ust. Ubaidillah
Hidayat “keberadaan pondok pasantren Daruttaubah ini tepat ditengah lokalisasi
prostitusi saritem ini merupakan kelebihan pondok pasantren ini sendiri.”
Kegiatan – kegiatan pondok pasantren ini tidak jauh berbeda dengan pondok
pasantren pada umumnya, akan tetapi keberadaan pondok pasantren Daruttaubah
berperan penting dalam penataan aspek mental,
rohani, keagamaan, dan sosial ekonomi. Ust. Ubaidillah menututurkan keberadaan pondok
pasantren ini sangat di dukung oleh masyarakat sekitar, bahkan cukup banyak
anak – anak yang tinggal didaerah saritem ini yang mengikuti berbagai kegiatan
dipondok pasantren ini.
(Ludi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar