Selasa, 09 November 2010

MENGENAL GEDUNG DWI-WARNA

  
Sebagai Kota yang nyaris dijadikan ibu kota hindia belanda oleh pemerintah kolonial. dikota kembang bandung banyak terdapat gedung-gedung bersejarah dengan arsitektur yang bernilai tinggi. Diantaranya adalah Gedung Dwi-Warna.


Sebagai bagian dari peroses perpidahan ibukota hindia belanda dari batavia kebandung, pada tahun 1940 . pemerintah kolonial belanda mendirikan gedung dana pension pegawai colonial, yang terletak dijalan diponegoro No 59 bandung. di bawah pengawasan "Technische Dienst voor Stadsgemeente Bandoeng" dan diperuntukkan sebagai tempat dana pensiun seluruh Indonesia, dengan nama Gedung Dana Pensiun. Pada waktu pemerintahan Jepang berkuasa di Indonesia, gedung ini dipergunakan sebagai gedung Kempeitai. Kemudian pada masa pendudukan Belanda berfungsi sebagai Gedung "Recomba",


Pada penyelanggaraan Asia Afrika, april tahun 1955, gedung dua lantai ini digunakan pula sebagai tempat konfrensi, rapat-rapat panitia dan komisi. Jejaknya masih terekam pada denah gedung didekat pintu masuk.



Gedung ini pernah menjadi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat dan gedung Sekretariat KAA Tahun 1955. Seusai KAA, bangunan ini dijadikan sebagai Kantor Pusat Pensiunan dan Pegawai, lalu Kantor Pusat Administrasi Belanja Pegawai yang namanya Subdirektorat Pengumpulan Data Seluruh Indonesia.



Setelah berganti-ganti fungsi diberbagai masa. Gedung yang oleh bung Karno,diberi nama sebagai Gedung Dwi-Warna ini. Kini, gedung tersebut dipergunakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan Republik Indonesia Kantor Wilayah XII Bandung. Sebagian besar bangunannya masih dipertahankan bentuk aslinya.
(T-2/ ARYE ELIGIUS BELAWING)
 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar